Berikut ini adlah kumpulan cerita humor paling seru !!
Dua Sahabat, Satu Cewek
Ada dua orang sahabat, Salim dan Jono, bekerja pada sebuah perusahaan besar. Suatu saat mereka berdua ada tugas training ke Jakarta selama 1 bulan penuh. Karena jauh dari istri, pada hari ke-20 mereka tidak tahan untuk melampiaskan nafsu mereka.
Akhirnya Salim mengajak Jono ketempat lokalisasi. Setibanya disana, cewek yang ada cuma ada satu, yang lain sedang di booking. Lalu mereka kompromi, Jono mempersilahkan Salim untuk masuk kamar duluan bersama cewek tersebut.
Selang 20 menit Si Salim keluar kamar…
Jono: “Gimana Lim?”
Salim: “Biasa aja tuh, masih enakan istriku dirumah”
Setelah itu Jono masuk ke kamar dan 25 menit kemudian dia keluar sambil berkata:
Jono: “Betul katamu Lim, masih enakan istri kamu…”
Akhirnya Salim mengajak Jono ketempat lokalisasi. Setibanya disana, cewek yang ada cuma ada satu, yang lain sedang di booking. Lalu mereka kompromi, Jono mempersilahkan Salim untuk masuk kamar duluan bersama cewek tersebut.
Selang 20 menit Si Salim keluar kamar…
Jono: “Gimana Lim?”
Salim: “Biasa aja tuh, masih enakan istriku dirumah”
Setelah itu Jono masuk ke kamar dan 25 menit kemudian dia keluar sambil berkata:
Jono: “Betul katamu Lim, masih enakan istri kamu…”
Serahkan Semua Ini Pada Yang di Atas
Pada suatu hari Si Salim disuruh emaknya mengambil mangga di kebun. Sedang asik-asiknya Si Salim mengambil mangga, tiba-tiba di bawah dia melihat sepasang remaja sedang making love. Berdirilah bulu roma Si Salim. Entah kenapa dia tetap bertahan di atas pohon sambil menahan lututnya yang mulai gemetar. Selang 10 menit didengarnya suara isak tangis remaja perempuan itu, sambil tersendat-sendat dia bicara.
“Mas bagaimana kalau saya hamil nanti? Mas harus mau bertanggungjawab”
“Sudahlah dik, kita serahkan semua ini pada yang di Atas” jawab si lelaki.
Si Salim terperanjat lalu dia berteriak, “Enak aja menyerahkan semuanya padaku… aku kan cuma ambil mangga!”
“Mas bagaimana kalau saya hamil nanti? Mas harus mau bertanggungjawab”
“Sudahlah dik, kita serahkan semua ini pada yang di Atas” jawab si lelaki.
Si Salim terperanjat lalu dia berteriak, “Enak aja menyerahkan semuanya padaku… aku kan cuma ambil mangga!”
Hari Apa Ini Mas?
Sepasang pengantin baru mengalami gangguan kesehatan. Setelah diperiksa dengan teliti, dokter menyimpulkan hal itu disebabkan frekuensi hubungan seks yang terlalu tinggi buat mereka.“Sebaiknya untuk sementara kalian batasi dulu kegiatan seks kalian, tiga kali saja seminggu. Untuk memudahkan mengingat, saya sarankan untuk melakukan hubungan intim hanya pada hari yang berawalan dengan S, yaitu Senin, Selasa dan Sabtu,” saran dokter.
Akan tetapi pada malam ketiga puasa si suami horni berat. Ia mencumbu istrinya yang sedang tidur sampai terbangun.
“Hari apa ini Mas?” tanya si istri.
saya melihat cara kalian sudah benar
Sepasang anak muda mengunjungi seorang Seksolog.
Anak muda : Dokter, kami adalah suami istri yang baru menikah. Kami ingin tahu apakah cara kami berhubungan seks sudah benar atau belum. Maukah dokter melihatnya?
Seksolog tersebut agak kaget sebentar, namun kemudian setuju. Kedua anak muda tersebut lalu naik ke ranjang praktek dan melakukan hubungan seks. Setelah mereka selesai, Seksolog tersebut berkata.
Seksolog : Ya, cara kalian sudah benar. Biayanya Rp. 25.000,-
Setelah membayar, keduanya lalu pulang. Namun keesokan harinya mereka muncul lagi kepada Seksolog tersebut. Kali ini keduanya melakukan hubungan seks dalam posisi yang berbeda. Demikian seterusnya selama 4 hari berturut-turut mereka kembali dan selalu melakukan seks dengan gaya dan posisi yang berbeda.
Pada hari kelima, Seksolog tersebut tidak tahan lagi.
Seksolog : Saya melihat bahwa cara kalian sudah benar dan kalian sudah ahli dalam hubungan seks. Mengapa kalian selalu kembali lagi?
Anak Muda : Kamar hotel terlalu mahal. Sedangkan disini cuma Rp 25.000,00. Di samping itu biaya ke dokter akan diganti oleh kantor saya.
Anak muda : Dokter, kami adalah suami istri yang baru menikah. Kami ingin tahu apakah cara kami berhubungan seks sudah benar atau belum. Maukah dokter melihatnya?
Seksolog tersebut agak kaget sebentar, namun kemudian setuju. Kedua anak muda tersebut lalu naik ke ranjang praktek dan melakukan hubungan seks. Setelah mereka selesai, Seksolog tersebut berkata.
Seksolog : Ya, cara kalian sudah benar. Biayanya Rp. 25.000,-
Setelah membayar, keduanya lalu pulang. Namun keesokan harinya mereka muncul lagi kepada Seksolog tersebut. Kali ini keduanya melakukan hubungan seks dalam posisi yang berbeda. Demikian seterusnya selama 4 hari berturut-turut mereka kembali dan selalu melakukan seks dengan gaya dan posisi yang berbeda.
Pada hari kelima, Seksolog tersebut tidak tahan lagi.
Seksolog : Saya melihat bahwa cara kalian sudah benar dan kalian sudah ahli dalam hubungan seks. Mengapa kalian selalu kembali lagi?
Anak Muda : Kamar hotel terlalu mahal. Sedangkan disini cuma Rp 25.000,00. Di samping itu biaya ke dokter akan diganti oleh kantor saya.
waktu yang lama sekali!
Dalam rangka penelitian perilaku seks, seorang peneliti mewawancarai seorang pilot. “Dapatkah anda ceritakan kapan terakhir kali anda melakukan hubungan sex?” tanya Peneliti.
“Sembilan belas lima puluh sembilan,” jawab Pilot.
Dengan reputasi pilot yang sering terdengar memiliki banyak pasangan, Peneliti kaget dengan jawaban seperti itu.
“Waktu yang lama sekali!” hardik Peneliti.
“Ya mungkin juga, …” jawab Pilot sambil melihat jamnya “Tapi sekarang baru duapuluh satu lima belas.”
“Sembilan belas lima puluh sembilan,” jawab Pilot.
Dengan reputasi pilot yang sering terdengar memiliki banyak pasangan, Peneliti kaget dengan jawaban seperti itu.
“Waktu yang lama sekali!” hardik Peneliti.
“Ya mungkin juga, …” jawab Pilot sambil melihat jamnya “Tapi sekarang baru duapuluh satu lima belas.”
Jangan Keluar Dari Lingkaran Apapun Yang Terjadi
Sepasang pengantin baru yang masih lugu kebingungan untuk melakukan hubungan sex pada malam pertama mereka.“Apakah kau tahu apa yang harus kita lakukan” tanya sang istri.
“Wah, aku pun tidak mengerti sayang” jawab sang suami. “Tapi aku ada ide, mari kita ke bar yang banyak pelautnya. Semua orang tahu bahwa pelaut ahli dalam hal sex. Mari kita minta salah satu pelaut mengajari kita”.
Singkat cerita mereka pergi ke bar dan menemukan seorang pelaut yang bersedia memberikan “pelajaran”.
“Baiklah, mari kita ke kamar di atas untuk mengajari kalian apa yang harus dilakukan” jawab sang pelaut dengan senang hati. Di dalam kamar, sang pelaut menggambar sebuah lingkaran dilantai dan berkata pada sang suami “Kamu harus berdiri dalam lingkaran dan tidak boleh keluar walau apapun yang terjadi”
Singkat cerita, sang pelaut melakukan kewajiban sang suami terhadap sang istri. Setelah selesai, dia mendapati sang suami sedang terkikik-kikik sendiri di dalam lingkaran.
“Hei bung, kenapa kau tertawa?” tanya sang pelaut.
“Aku sudah keluar lingkaran dua kali, tapi kau tidak memperhatikan…”
KB efektif
Dalam rangka kampanye Keluarga Berencana, petugas BKKBN berkunjung ke desa Sumberejo untuk bisa berdialog langsung dgn para akseptor KB.
Satu persatu Ibu-ibu di desa itu diajaknya bicara.
* Petugas : ” Bu Broto pakai apa Bu ? ”
* Bu Broto : ” Pakai IUD. ”
* Petugas : ” Bu Sami pakai apa Bu ? ”
* Bu Sami : ” Pakai susuk. ”
* Bu Karjo : ” Pakai suntik. ”
* Bu Madre’i : ” Pakai dingklik ! ! ”
* Petugas : ” Pakai apa Bu ? ”
* Bu Madre’i : ” PAKE DINGKLIK ! ! ! ”
* Petugas : ” Gimana caranya ? ”
* Bu Madre’i : ” Suami saya sukanya main sambil berdiri. Karena dia lebih pendek dr saya, maka dia perlu mancik ke atas dingklik. Ketika suami saya sudah mulai ngos-ngosan & merem-melek, Tak tendang dingklik-nya ! “
Satu persatu Ibu-ibu di desa itu diajaknya bicara.
* Petugas : ” Bu Broto pakai apa Bu ? ”
* Bu Broto : ” Pakai IUD. ”
* Petugas : ” Bu Sami pakai apa Bu ? ”
* Bu Sami : ” Pakai susuk. ”
* Bu Karjo : ” Pakai suntik. ”
* Bu Madre’i : ” Pakai dingklik ! ! ”
* Petugas : ” Pakai apa Bu ? ”
* Bu Madre’i : ” PAKE DINGKLIK ! ! ! ”
* Petugas : ” Gimana caranya ? ”
* Bu Madre’i : ” Suami saya sukanya main sambil berdiri. Karena dia lebih pendek dr saya, maka dia perlu mancik ke atas dingklik. Ketika suami saya sudah mulai ngos-ngosan & merem-melek, Tak tendang dingklik-nya ! “
malam pertama 3 gadis
“Di saat orang memperingati hari kemerdekaan RI, 3 sanak bersaudara ini malah bernostalgia tentang malam pertama mereka ketika berbulan madu. Anak tertua bernama Viena, anak kedua bernama Suci dan ketiga bernama Dhenok. Entah bagaimana ceritanya, pokoknya ada kesan hemat dari kedua orang tua mereka, sehingga resepsi pernikahan ketiganya dilaksanakan bersamaan. Untungnya acara bulan madu mereka tidak bersamaan. Viena pergi ke Nias, Suci ke Pulau seribu dan Dhenok ke Bali.
Namanya orang tua sayang anak, kedua orang tua itu minta dikirimi khabar tentang segala yang terjadi saat berbulan madu mereka. Namun agar tidak terlalu vulgar mereka menggunakan kode/sandi tentang motto-motto iklan. Tiga hari setelah kepergian anak-anak mereka, diterimalah kartu pos pertama dari Viena di Nias. Isi beritanya cukup singkat “STANDARD CHARTERED”. Setelah membaca berita tersebut mereka mencari iklan standard chartered di Koran dan terbacalah tulisan besar berbunyi “BESAR, KUAT DAN BERSAHABAT”. Tersenyumlah orang tua itu.
Hari ke-4 datang kartu pos kedua dari Suci di Kepulauan seribu dengan isi berita singkat “NESCAFE”. Setelah membaca kartu pos tersebut buru-buru orang tua mencari iklan NESCAFE dan dijumpai berbunyi “NIKMATNYA SAMPAI TETES TERAKHIR”. Makan kedua orang tua itupun tersenyum bahagia. Hari ke-5,6 hingga ke-7 tidak ada berita dari si bungsu. Memasuki minggu ke-2 datanglah kartu pos dari Bali dari dhenok dengan isi berita hanya “CATHAY PACIFIC”. Segera mereka mencari iklan di koran, dan betapa terkejutnya setelah tahu bunyi iklan cathay pacific yaitu “7 KALI SEMINGGU, 3 JAM SEHARI NONSTOP”
Namanya orang tua sayang anak, kedua orang tua itu minta dikirimi khabar tentang segala yang terjadi saat berbulan madu mereka. Namun agar tidak terlalu vulgar mereka menggunakan kode/sandi tentang motto-motto iklan. Tiga hari setelah kepergian anak-anak mereka, diterimalah kartu pos pertama dari Viena di Nias. Isi beritanya cukup singkat “STANDARD CHARTERED”. Setelah membaca berita tersebut mereka mencari iklan standard chartered di Koran dan terbacalah tulisan besar berbunyi “BESAR, KUAT DAN BERSAHABAT”. Tersenyumlah orang tua itu.
Hari ke-4 datang kartu pos kedua dari Suci di Kepulauan seribu dengan isi berita singkat “NESCAFE”. Setelah membaca kartu pos tersebut buru-buru orang tua mencari iklan NESCAFE dan dijumpai berbunyi “NIKMATNYA SAMPAI TETES TERAKHIR”. Makan kedua orang tua itupun tersenyum bahagia. Hari ke-5,6 hingga ke-7 tidak ada berita dari si bungsu. Memasuki minggu ke-2 datanglah kartu pos dari Bali dari dhenok dengan isi berita hanya “CATHAY PACIFIC”. Segera mereka mencari iklan di koran, dan betapa terkejutnya setelah tahu bunyi iklan cathay pacific yaitu “7 KALI SEMINGGU, 3 JAM SEHARI NONSTOP”
terusin
Untuk malam pertamanya Joni, menghadiahkan Wina sebuah kimono sutra. Joni sengaja meletakkan kimono tersebut diatas ranjang pengantin sebagai isyarat supaya Wina segera mengenakannya setelah selesai acara resepsipernikahan malam hari. Tidak lama setelah Joni meletakkan kimono dan keluar kamar pengantin, masuklah Ibu Wina yang bermaksud memberikan
semangat dan briefing kepada Wina. Ibu Wina melihat kimono yang tadi diletakkan Joni dan iseng tertarik untuk mencobanya. Secara tidak terduga Joni yang sudah tidak sabar lagi melewati kamar. Ia melihat pintu kamar terbuka dan ada seseorang mengenakan kimono. Karena ia menduga yang mengenakan kimono tersebut adalah Wina, maka dengan sangat bersemangat ia masuk, menutup pintu dan merangkul dari belakang. Dan…dan…. 20 menit kemudian Joni baru menyadari bahwa wanita yang bersamanya adalah ibunya Wina.
“Hah, ibu…maafkan saya….”
Namun dengan tegasnya ibu Wina mengancam,
“Terusin, lu cabut gue tabok…”
masa bodo ia hamil atau tidak
Pada suatu hari, mobil Tante Lisa mogok disebuah desa terpencil. Hari saat itu telah gelap dan hujan turun rintik-rintik. Karena tidak ada bengkel yang dekat, akhirnya Tante Lisa mengunjungi sebuah rumah yang ada dipinggir jalan dan mengetuk pintunya.
“Selamat malam,” Kata wanita itu ketika si tuan rumah membuka pintu.
” Maaf, Pak, mobil saya mogok dan tidak ada bengkel buka malam-malam begini. Boleh saya menginap barang sehari disini?”
“Silakan, Nyonya,” jawab Tuan Rumah, kemudian ia memanggil seseorang.
” Toni, kesini, antar nyonya ini kekamarnya. Toni adalah anak kembar saya,
kakaknya bernama Tono.”
Singkat cerita, Tante Lisa akhirnya menginap dirumah orangtua Toni dan Tono. Karena udara sangat dingin, wanita kota itu mendambakan `kehangatan` lain, dari laki-laki. Kemudian ia teringat si pemuda kembar Toni dan Tono. Perlahan-lahan ia keluar kamar dan mengetuk kamar lain dimana dua pemuda itu beristirahat.
“Toni, Tono. Maukah kamu bermain cinta dengan saya?” Kata Tante Lisa ketika ia sudah berada dikamar. “Tapi karena saya tidak mau hamil, kamu berdua sebaiknya memakai kondom!”
Akhirnya mereka bertiga melakukan `kegiatan` malam tersebut. Lama cerita, tiga puluh tahun kemudian Toni dan Tono, yang sudah menjadi kakek-kakek, sedang bersantai di teras rumah.
“Toni, ingatkah kamu kepada Tante Lisa 30 tahun yang lalu?” Kata Tono membuka percakapan. “Ya, aku ingat. Kenapa?” “Dan omongannya bahwa ia menyuruh kita memakai kondom karena tidak mau hamil. Ingatkah kau?”
“Ya, aku ingat. Masa bodo ia mau hamil atau tidak.”
“Aku juga tidak mau tahu,” Tono menarik nafas panjang. “Karena itu, mari kita buka kondom ini sekarang.”
“Selamat malam,” Kata wanita itu ketika si tuan rumah membuka pintu.
” Maaf, Pak, mobil saya mogok dan tidak ada bengkel buka malam-malam begini. Boleh saya menginap barang sehari disini?”
“Silakan, Nyonya,” jawab Tuan Rumah, kemudian ia memanggil seseorang.
” Toni, kesini, antar nyonya ini kekamarnya. Toni adalah anak kembar saya,
kakaknya bernama Tono.”
Singkat cerita, Tante Lisa akhirnya menginap dirumah orangtua Toni dan Tono. Karena udara sangat dingin, wanita kota itu mendambakan `kehangatan` lain, dari laki-laki. Kemudian ia teringat si pemuda kembar Toni dan Tono. Perlahan-lahan ia keluar kamar dan mengetuk kamar lain dimana dua pemuda itu beristirahat.
“Toni, Tono. Maukah kamu bermain cinta dengan saya?” Kata Tante Lisa ketika ia sudah berada dikamar. “Tapi karena saya tidak mau hamil, kamu berdua sebaiknya memakai kondom!”
Akhirnya mereka bertiga melakukan `kegiatan` malam tersebut. Lama cerita, tiga puluh tahun kemudian Toni dan Tono, yang sudah menjadi kakek-kakek, sedang bersantai di teras rumah.
“Toni, ingatkah kamu kepada Tante Lisa 30 tahun yang lalu?” Kata Tono membuka percakapan. “Ya, aku ingat. Kenapa?” “Dan omongannya bahwa ia menyuruh kita memakai kondom karena tidak mau hamil. Ingatkah kau?”
“Ya, aku ingat. Masa bodo ia mau hamil atau tidak.”
“Aku juga tidak mau tahu,” Tono menarik nafas panjang. “Karena itu, mari kita buka kondom ini sekarang.”
kisah burung betet tanpa kaki
Seorang Bapak berjalan melewati toko burung dan melihat seekor Betet nemplok di atas ranting dlm sangkarnya. Betet tsb tidak mempunyai kaki sama sekali, dan Bapak itu seketika merasa iba padanya.“Kasihan. Apa yg terjadi pada Betet ini ya?”, gumam Bapak tsb.
Betet itu menyahut, “Memang sudah begini sejak menetas. Saya seekor Betet yg rusak.”
“Astaga,” seru Bapak tsb keheranan. “Kamu bisa mendengar dan mengerti apa yg saya katakan!”
“Saya ngerti semuanya,” kata si Betet.
“Kebetulan saya ditakdirkan menjadi seekor Betet yg sangat pintar dan berpendidikan tinggi.”
“Oh ya?”, Bapak itu bertanya. “Kalo begitu jawablah ini — gimana caranya kamu bisa nemplok di atas ranting itu tanpa kaki ?”
“Baiklah,” kata si Betet, “Sebenarnya ini memalukan, tapi karena kamu nanya, saya melilitkan penis saya ke ranting seperti kait kecil. Kamu nggak bisa liat karena terhalang bulu-bulu saya.”
“Wah” seru Bapak itu, “Kamu memang bisa bicara udah gitu pintar pula!?”.
Kemudian Bapak tadi memutuskan untuk membeli Betet itu.
Selanjutnya Bapak tsb menikmati kehadiran burung barunya. Betet itu sangat sensasional, ia memiliki rasa humor, menarik, teman yg baik, dan pengertian. Bapak itu bangga terhadap piaraannya.
Suatu hari, sang Bapak pulang dari kantor dan si Betet berbisik:
“Psssst” dan menyuruh Bapak itu mendekat padanya. “Saya tidak tahu apakah hrs mengatakan ini padamu atau tidak, tapi ini tentang istrimu dan tukang pos.”
“Apa katamu? Maksudnya gimana?” tanya si Bapak.
“Sewaktu tukang pos datang mengirim surat tadi, istrimu menyapanya di pintu dgn memakai gaun tidur polos dan menciuminya dgn penuh nafsu.”
“Apa ?” si Bapak bertanya dgn kasar. “Terus apa yang terjadi berikutnya?”
“Hmm, terus tukang pos itu masuk ke dlm rumah dan mulai menyingkap gaun tidur sambil menggerayanginya”, lapor si Betet.
“Astaga!” Bapak tadi panik. “Lalu apa?”
“Lalu tukang pos itu mulai membuka gaun tidur istrimu sampe polos, berlutut di depannya dan menjilati seluruh tubuhnya, dimulai dari payudaranya dan perlahan turun ke bawah..”
“Lantas ?” pinta si Bapak, “Lantas Apa yang terjadi ?”
“Persetan dengan selanjutnya ! Saya EREKSI dan jatuh dari ranting!!!”
lapangan golf di sana bagus sekali
Ketika Patrick bermain golf bersama pastor O,Brien, ia melontarkan sebuah pertanyaan teologis yang sangat penting:
“Pastor, apakah ada lapangan golf di surga?”
“Wah, sampai sekarang saya tidak tahu. Nanti kalau ada kesempatan saya akan menanyakan soal itu kepada Tuhan dan jawabnya pasti akan saya beritahu kamu.”
Minggu berikutnya mereka berdua bermain golf kembali dan Patrick masih mengajukan pertanyaan yang sama. “Pastor apakah anda sudah menemukan
lapangan golf di surga?” “Sudah, sudah. Lapangan golf di sana bagus sekali. Saya dengar kamu diundang untuk bermain di sana minggu depan.”
“Pastor, apakah ada lapangan golf di surga?”
“Wah, sampai sekarang saya tidak tahu. Nanti kalau ada kesempatan saya akan menanyakan soal itu kepada Tuhan dan jawabnya pasti akan saya beritahu kamu.”
Minggu berikutnya mereka berdua bermain golf kembali dan Patrick masih mengajukan pertanyaan yang sama. “Pastor apakah anda sudah menemukan
lapangan golf di surga?” “Sudah, sudah. Lapangan golf di sana bagus sekali. Saya dengar kamu diundang untuk bermain di sana minggu depan.”
apa yang terjadi dengan neraka, tuhan?
Bill Gates meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan. ia mendapatkan dirinya berada di sebuah tempat api penyucian (dosa). Tuhan berada di sana dan berkata, “Baiklah, Bill, Saya benar2x bingung dengan panggilan ini.Saya tidak begitu yakin, apakah saya harus mengirimkan kamu ke neraka atau ke surga. Karena saya lihat, kamu sudah membantu masyarakat dgn
meletakkan komputer di setiap rumah hampir di seluruh dunia dan menciptakan Windows 95 yang sangat menakjubkan itu. Akan saya perbuat sesuatu yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Khusus untuk kasus ini, saya akan memberikan kebebasan kepadamu untuk memutuskan dimana kamu ingin tinggal.” Bill menjawab, “Baik, terima kasih Tuhan.
Tapi apa bedanya antara surga dan neraka itu?
Tuhan berkata, “Saya mengijinkan kamu untuk mengunjungi keduanya dahulu supaya kamu lebih mudah mengambil keputusan”.
“Oke. Kalau begitu, saya coba melihat neraka dulu.”
Kemudian Bill pergi ke neraka. Ternyata ia melihat bahwa neraka merupakan tempat yang sangat indah, bersih dengan pantai pasir putihnya disertai air yang bening. Dan terdapat ribuan wanita cantik yang berlarian, berenang, bermain air, tertawa riang gembira. Matahari pun bersinar cerah dengan suasana yang sejuk dan nyaman, sempurna sekali.
Bill tampak sangat senang. “Wow, luar biasa!!! Indah sekali di sana!!”, katanya kepada Tuhan, “Kalau neraka saja seperti itu, saya ingin sekali melihat surga!”
“Baik,” kata Tuhan. Segera mereka pergi ke surga untuk melihat suasana di sana. Bill melihat surga yang berada di tempat tinggi dengan diliputi awan2x. Berlaksa-laksa malaikat sedang bermain harpa dan bernyanyi. Dia merasa damai melihat suasana di surga tapi dia tidak tampak bergairah seperti ketika melihat neraka. Bill berfikir sejenak, dan akhirnya mengambil keputusan.
“Hmm, saya pikir… saya akan betah tinggal di neraka, Tuhan.” Dia berkata kepada Tuhan.
“Baiklah, kalau begitu,” jawab Tuhan, “sesuai dengan keinginanmu.”
Kemudian Bill Gates pergi dan tinggal di neraka. Dua minggu kemudian, Tuhan ingin melihat keadaan sang Jutawan, Bill Gates, ini untuk memastikan keadaannya baik2x saja dan apa yang sedang dilakukan.
Ketika Tuhan sampai di neraka, Ia menemukan Bill sedang berada di lorong yang gelap dan berteriak di tengah2x api yang menyala-nyala. Ia merasa terbakar dan tersiksa.
“Bagaimana keadaanmu, Bill?”, Tuhan bertanya.
Bill menjawab dengan suara yang berat, penuh penderitaan dan tak berpengharapan. “Sangat mengerikan, Tuhan. Ini tidak sama seperti apa
yang saya lihat kemarin. Dimana pantai berpasir putih, wanita2x cantik yang dulu ada di sini itu?? Apa yang terjadi Tuhan??”
Tuhan berkata, “Oh Itu kan hanya screen saver, Bill!”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar